Jumat, 21 Desember 2018

LKP GHANESA CALISTUNG SAMARINDA

Calistung  adalah suatu metode dasar anak bisa mengenal huruf dan angka. Keterampilan calistung membaca menulis berhitung bisa dikenalkan pada anak di mulai ketika anak berusia lima tahun. Usia- usia ini adalah usia emas yang harus diberi stimulus secara maksimal. Semua pelajaran yang didapat oleh anak pada usia ini akan berpengaruh pada kehidupannya ketika dewasa kelak. Kemampuan seseorang dalam memahami apa yang  dibaca tergantung pada pengetahuan sebelumnya yang ia miliki. Dengan kata lain, kita akan lebih mudah memahami suatu objek yang di baca apabila kita sudah pernah mengetahuinya. Sehingga balita yang akan mulai belajar calistung, lebih baik diajarkan pengetahuan mengenai kata- kata melalui pendengaran, baru diajarkan membaca dan menulis. Barulah setelah anak memiliki sedikit pengetahuan itu, ia akan lebih mudah untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung. Padahal calistung merupakan dasar untuk dapat mengenal dunia lebih jauh.


Belajar calistung bersama LKP Ghanesa Samarinda  yang menyenangkan bagi anak

1.Adakan pengenalan calistung melalui permainan edukatif
2.Isilah kegiatan belajar membaca anak dengan lagu anak
3.Ajaklah anak untuk mengikuti pola garis putus- putus
4.Sediakan gambar abjad dan angka serta pasanglah ditempat bermain anak
5.Pahami karakter serta suasana hati anak
6.Perhatikan durasi dalam mengajari calistung


Cara Mengajar Calistung SD dan Metode Mengajar Calistung pada Anak
Calistung SD berbeda dengan calistung TK calistung PAUD yang harus menggunakan metode yang berbeda dalam penyampaiannya. Anak SD tentu lebih bisa memahami calistung dibanding dengan anak TK karena memang ketika TK sudah mulai diajarkan calistung (membaca, menulis, menghitung). Pembelajaran kelas 1,2,3 SD berbeda dengan belajarnya anak kelas 4,5,6 SD. Untuk kelas 4,5,6 SD anak sudah dapat belajar secara langsung dalam calistung tanpa harus menggunakan metode khusus. Namun untuk kelas 1,2,3 harus menggunakan metode khusus agar anak dapat belajar dengan maksimal. berikut merupakan metode yang dapat digunakan untuk belajar calistung siswa SD kelas 1,2,3.
Metode abjad
Mula- mula guru memperkenalkan huruf (abjad). Guru atau orangtua memberikan contoh cara membaca huruf- huruf tersebut dan siswa menirukannya. Awalnya buat secara bersamaan seluruh siswa dikelas untuk menirukan, kemudian mulai setengah, seperempat, teman semeja dan akhirnya ke perorangan untuk menirukan. Selanjutnya kegiatan dapat dilakukan dengan membentuk kata. Pilih beberapa konsonan dan vokal yang apabila di gabungkan bisa menjadi kata yang bermakna. Tanyakan bagaimana cara membaca huruf tersebut.

Metode kupas- rangkai suku kata
Metode ini dimulai dengan pengenalan kata terlebih dahulu, kemudian kata tersebut pisah dalam beberapa suku yang menyusunnya, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa kata tersebut berasal dari gabungan beberapa huruf abjad yang berbeda. Kegiatan selanjutnya adalah membaca kata tersebut.

Metode calistung global
Metode ini dimulai dengan mengenalkan kalimat utuh kepada siswa. kalimat dipilihkan yang sederhana dan pendek-pendek dahulu agar siswa tidak mengalami kesulitan.

Metode SAS- Struktural Analisa Sintesa
Metode ini dimulai dengan menggunakan kartu kalimat, awalnya guru atau orangtua menunjukkan gambar kepada siswa sehingga siswa dapat menyebutkan gambar tersebut. Selanjutnya menempelkan gambar pada paan tulis dan siswa diajak untuk menganalisi gambar tersebut menjadi kata, kata menjadi suku kata, dan suku kata menjadi huruf.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Fans Page Ghanesa